Saat kau menanyakan apakah aku sangat mencintaimu…
Aku hanya terdiam dan tak menjawab,,
Saat kau menanyakan seberapa besar rasa sayangku padamu…
Aku hanya bisa membisu,,
Dan saat kau menanyakan apakah aku akan setia menemanimu selamanya…
Aku bahkan tak tahu jawabnya,,
Tapi aku hanya bisa berkata…
“bila tiga puluh tahun dari sekarang …disaat kulit kita mulai keriput…di saat mata kita mulai rabun dan rambut kita memutih serta jalan kita mulai tertatih….”
Bila saat itu aku masih berada di sampingmu…masih menjadi pria yang menenangkan hatimu…maka semua pertanyaanmu akan terjawab…bukan dengan kata-kata…tapi dengan semua hari yang telah kita lalui…
Rabu, 05 Agustus 2009
Senin, 08 Juni 2009
di Jendela itu
Suara yang tak asing tiba tiba saja terdengar dari luar jendela kamar...
dan ketika kepala dilongokkan ,lhooo...??? sedikit terkejut ketika melihat siapa yang datang..
"kok??" Sempat terlintas dalam Pikiran.tapiii... tak apalah..
"Bentar yaaa" ucapnya kepada orang yang telah menanti di luar (bawah jendela tepatnya)
"kok di antar?? khan tadi dah d bilang ga usah di anter malam ini gpp..Pake aja dulu kalau kamu mw pakee..Laginya kan ujan.. gmn sich??" sebuah pertanyaan agak sedikit kesel mengalir begitu saja karena orang yang dinasehati g mau nurut.. (huh!!)
"Yawdah sich gpp.." Jawabnya masih dengan mengembangkan senyum khasnya..
"Tapi khan ujaannn.." Masih ngotot dengan pernyataan awal
"klu g malam ini, mw dikembaliin kapan??" Emosi tampak sudah meningkat
"iyaaa...Besok kan bisa.." Dijawab dengan cuek
"Ywdah sich, ada Payung inii.." jawabnya sambil memamerkan Payung biru dengan motif mawar kesayangannya.. (laki laki yang aneh)
"Ywdah, deh gpp.. Dasarr!! wheeww.." (Mengalah Agar tidak terjadi pertengkaran yang lebih hebat di karenakan ada yang sedang amat sangat dalam kondisi emosi tingkat tinggi juga sensitive..)
Senyum dan tawa kecil pun keluar dari bibirnya.. perbincangan pun berlangsung slama +/- 3Menitan.. setelah mendapat dan memberi informasi yang keduanya butuhkan, keduanya pun pun saling berpisah..
jadi keingat sama kisah film yang sering di liat di Tivi tivi. Si lelaki datang k bawah jendela kamar, lalu memanggil nama wanita dengan amat sanagt pelan trus si ceweknya membuka jendela lalu melihat siapa pemilik suara di bawah jendela
dan ternyata, suara itu berasal darii.... ^_^
hmm...Selama situasi dan keadaan tidak berubah ke arah yang tidak di harapkan, Biarlah hal ini mengalir apa adanyaa
"kok??" Sempat terlintas dalam Pikiran.tapiii... tak apalah..
"Bentar yaaa" ucapnya kepada orang yang telah menanti di luar (bawah jendela tepatnya)
"kok di antar?? khan tadi dah d bilang ga usah di anter malam ini gpp..Pake aja dulu kalau kamu mw pakee..Laginya kan ujan.. gmn sich??" sebuah pertanyaan agak sedikit kesel mengalir begitu saja karena orang yang dinasehati g mau nurut.. (huh!!)
"Yawdah sich gpp.." Jawabnya masih dengan mengembangkan senyum khasnya..
"Tapi khan ujaannn.." Masih ngotot dengan pernyataan awal
"klu g malam ini, mw dikembaliin kapan??" Emosi tampak sudah meningkat
"iyaaa...Besok kan bisa.." Dijawab dengan cuek
"Ywdah sich, ada Payung inii.." jawabnya sambil memamerkan Payung biru dengan motif mawar kesayangannya.. (laki laki yang aneh)
"Ywdah, deh gpp.. Dasarr!! wheeww.." (Mengalah Agar tidak terjadi pertengkaran yang lebih hebat di karenakan ada yang sedang amat sangat dalam kondisi emosi tingkat tinggi juga sensitive..)
Senyum dan tawa kecil pun keluar dari bibirnya.. perbincangan pun berlangsung slama +/- 3Menitan.. setelah mendapat dan memberi informasi yang keduanya butuhkan, keduanya pun pun saling berpisah..
jadi keingat sama kisah film yang sering di liat di Tivi tivi. Si lelaki datang k bawah jendela kamar, lalu memanggil nama wanita dengan amat sanagt pelan trus si ceweknya membuka jendela lalu melihat siapa pemilik suara di bawah jendela
dan ternyata, suara itu berasal darii.... ^_^
hmm...Selama situasi dan keadaan tidak berubah ke arah yang tidak di harapkan, Biarlah hal ini mengalir apa adanyaa
Sabtu, 06 Juni 2009
Indah Pada Waktunya
Dan sms demi sms pun tiap hari dan hampir tiap malam mengalir ke HP itu...
Tiap hari dan hampir tiap malam kini sms dari orang yang sama masuk... Hampir tiap hari jika ada kesempatan, pulang pun di lalui bersama..
Pertemuan pun hampir terjadi setiap harinya, baik itu dalam hitungan detik hanya untuk saling lempar senyum maupun 15 menit hanya untuk bertukar info..
ketika diri merasa ingin ngobrol secara langsung, tanpa dihubungi untuk diminta datang orangnya tiba tiba sudah muncul di pintu lobby kampus..
tatkala hati ingin mengirimkan sms namun masih terbentur kata kata yang sudah di anggap terlalu basi, sms dari orang tersebut pun datang dengan begitu saja..
dikala mw nelfon (baru juga nyari kontaknya) orangnya dah sms duluan..
Tatkala hati ingin mempertanyakan sesuatu masalah kampus, orang tersebut telah lebih dahulu mengirimkan sms pertanyaan...
Tatkala diri ingin tau keberadaannya, tanpa diminta ia sudah mengirimkan "laporan" posisi keberadaannya terlebih dahulu..
Tatkala diri ingin berjalan bersamanya, tanpa sungkan ia terlebih dahulu menawarkan diri..
Tatkala diri ingin berbincang secara tidak langsung, ia terlebih dahulu telah memulai perbincangan..
Mungkinkah sebenarnya ada ikatan diantaranyaa???
Akankah permainan "main hati"* ini mampu di hadapi walau tanpa kepastian yang jelas??
seiring denga berjalannya waktu,Hanya mreka dan Waktu lah yang dapat menjawabnyaa..
*Mengutip kata kata seseorang.. ^_^
Tiap hari dan hampir tiap malam kini sms dari orang yang sama masuk... Hampir tiap hari jika ada kesempatan, pulang pun di lalui bersama..
Pertemuan pun hampir terjadi setiap harinya, baik itu dalam hitungan detik hanya untuk saling lempar senyum maupun 15 menit hanya untuk bertukar info..
ketika diri merasa ingin ngobrol secara langsung, tanpa dihubungi untuk diminta datang orangnya tiba tiba sudah muncul di pintu lobby kampus..
tatkala hati ingin mengirimkan sms namun masih terbentur kata kata yang sudah di anggap terlalu basi, sms dari orang tersebut pun datang dengan begitu saja..
dikala mw nelfon (baru juga nyari kontaknya) orangnya dah sms duluan..
Tatkala hati ingin mempertanyakan sesuatu masalah kampus, orang tersebut telah lebih dahulu mengirimkan sms pertanyaan...
Tatkala diri ingin tau keberadaannya, tanpa diminta ia sudah mengirimkan "laporan" posisi keberadaannya terlebih dahulu..
Tatkala diri ingin berjalan bersamanya, tanpa sungkan ia terlebih dahulu menawarkan diri..
Tatkala diri ingin berbincang secara tidak langsung, ia terlebih dahulu telah memulai perbincangan..
Mungkinkah sebenarnya ada ikatan diantaranyaa???
Akankah permainan "main hati"* ini mampu di hadapi walau tanpa kepastian yang jelas??
seiring denga berjalannya waktu,Hanya mreka dan Waktu lah yang dapat menjawabnyaa..
*Mengutip kata kata seseorang.. ^_^
Selasa, 19 Mei 2009
Memori Lama
Waktu Menunjukkan pukul 02.30 dini hari ketika ia Tersentak dari tidur akibat pengaruh obat yang harus di telan selama 1 Minggu. Sekitar 4 hari sudah bangsal rumah sakit yang membuat orang harus menghirup aroma oksigen, merasakan sensasi jarum infus, dan melihat orang orang yang nasibnya tak jauh berbeda dengannya ia tinggalkan.. yaa.. bertemu dengan orang orang yang sama sama memerlukan perawatan juga perhatian dari orang orang pilihan.. orang orang yang selalu memakai baju putih denga stetoskop tergantung di lehernyaa..
-just intro-
Sudah 2 hari ini ia menerima sms nasihat. sebuah sms yang ketika di tanyakan kepada teman teman yang lain, ternyata mereka juga mendapat sms dengan isi juga berasal dari orang yang sama. tapi malam itu berbeda (dini hari tepatnya).. isi sms itu benar benar membuatnya tersentak serta terus mengganggu hati serta pikirannya.. dan ketika hal itu di tanyakan kepada teman teman yang lain, ternyata hanya ada satu orang selain dirinya yang mendapatkan sms yang sama seperti apa yang ia dapatkan tersebut..
Sebenarnya sms itu pernah juga ia dapat dari seorang teman. namun dalam hal itu berbeda, sms itu kini di terima dari seorang teman pria yang selama ini tidak lah terlalu dekat, bahkan bisa di katakan ketiika bertemu pun bagaikan tidak saling mengenal (hanya saling senyum lantas berlalu) Sempat muncul sebuah "Rasa" namun rasa itu pun pernah berhasil di tepis.. dan ntah mengapa rasa itu kini muncul kembali..
apakah rasa itu muncul karena tingkat intensitas pertemuan yang terlalu sering?? ibarat pepatah jawi kuno "Waiting tresno jalaran suko kulino" hal itu tidak dapat di prediksi..
Kini Hanya sebuah liryc yang dapat mewakili perasannya itu..
Liryc yang mewakili perasaan:
bersamamu kuhabiskan waktu..
senang bisa mengenal dirimu..
rasanya semua begitu sempurna..
sayang untuk mengakhirinya..
janganlah berganti..
tetaplah seperti ini... -
"Sahabat Kecil" by Ipang-
==>sms pengusik hati serta pikiran:
"Ya Allah, yang membaca SMS ini adalah Saudari ku yang ku cintai karenaMu
Berkahilah ia Ya Allah, Limpahkanlah RizkiMu kepadanya,Bahagiakanlah ia, kuatkan imannya,berikanlah ia kenikmatan dalam ibadah"
"Perkayalah dia dengann ilmu, hiasilah hatinya dengan kesabaran dan kasih sayang.
Mulaikanlah wajahnya dengan ketakwaan, perindahlah fisiknya dengan kesehatan, mudahkanlah segala urusannya,ampuni segala dosa dan kesalahannya"
"jadikanlah dia hamba yang senantiasa istiqomah di atas Minhaj RasulMu, dan ridhoilah dia sebagai Arfa’il Muslimah-ahli SurgaMu ya Rabbul izzati.. "
Amiin ya Rabbal ‘Alamin"
Selasa, 05 Mei 2009
Tulisan Tangan Seorang Sahabat
2 Sahabat sedang berjalan bersama beriringan. Sebenarnya kegiatan berjalan bersama ber-iringan ini bukanlah kali pertama terjadi. hal ini juga bukanlah hal yang di sengaja. Awalnya karena harus bertukar info, hingga harus menyelesaikan Tugas atas nama profesiona yang meneyebabkan 2 Orang yang berasal dari planet yang berbeda itu harus sering bertemu. mulai dari berkunjung ke teman yang lain, hingga saling membantu.
awalnya tidak ada muncul dan terbersit sedikitpun "perasaan" si wanita kepada rekan kerjanya ini. walaupun si wanita sempat ingin memunculkan rasa itu . namun dikarenakan terhalang oleh suatu hal ataupun keadaan yang sehingga membuat hubungan itu hanya sebatas hubungan "Rekan Kerja"
namun ntah mengapa hubungan "Rekan kerja" itu kini di anggap sebagai hubungan 2 saudara (kakak-adik) oleh si lelaki. dengan posisi si wanita sebagai kakak, dan si pria sebagai adik.
Sebenarnya hubungan Kakak-Adik ini membuat si wanita lebih tersiksa. Mengapa?? Layaknya Hubungan 2 saudara, sang adik sering berceritera tentang apa yang baru saja ia alami ataupun sharing tentang apa yang harus ia lakukan. Begitu pun posisi si wanita yang di sini berperan sebagai kakak. apapun yang sedang di hadapinya, bagaimanapun keadaan yang sedang dirasakannya,ia tetap berusaha untuk menjadi figur seorang kakak yang baik di hadapan adiknya. dengan sabar ia mendengarkan ceritera adiknya dan dengan seksama pula ia menjelaskan apa apa saja yang harus dilakukan si adik dalam situasi yang bagaimana pun itu..
Terkadang dalam hati sang "kakak" bergejolak sebuah harapan dan perasaan :
"Apakah aku akan menemukanmu selamanya sebagai seorang adik??"
Tidak bisakah kita menjadi rekan kerja yang sebenar-benarnya --Rekan kerja-- dalam menyelesaikan Tugas-Tugas yang lebih real dalam kehidupan nyata tentunya.."
Sabtu, 02 Mei 2009
"SaHaBaT
Langganan:
Postingan (Atom)